Ultimate magazine theme for WordPress.
BTC
$6,940.32
+4.25%
ETH
$144.06
+4.95%
LTC
$40.81
+2.82%
DASH
$70.02
+6.06%
XMR
$53.47
+9.95%
NXT
$0.01
0%
ETC
$5.20
+2.87%
DOGE
$0.00
-0.27%
ZEC
$32.93
+4.27%
BTS
$0.02
0%
DGB
$0.00
+7.59%
XRP
$0.18
+2.49%
BTCD
$17.43
PPC
$0.18
0%
CRAIG
$0.00
XBS
$0.01
0%
XPY
$0.03
0%
PRC
$0.00
0%
YBC
$19.43
0%
DANK
$0.00

7 Teroris di Hukum Mati di Bangladesh

30

beritabolaharian.com – Tahun 2016 silam terjadi insiden mengerikan yang menewaskan 22 orang, yang sebagian besar adalah orang asing. Pelaku aksi serangan teror tersebut berjumlah 5 orang dan kemudian menyandra para pengunjung yang berada disana.

Pada kejadian tersebut, para korban disandra selama lebih dari 12 jam, dan tercatat sebagai serangan teror terbuas sepanjang sejarah Bangladesh. Tercatat mayoritas korban adalah warga dari Jepang dan Italia.

Para Pelaku Teror

Setelah diselidiki dalam, ternyata dibalik serangan teror tersebut adalah ISIS, organisasi terorisme yang mengatasnamakan agama Islam demi kepentingannya. Akan tetapi pihak kepolisian Bangladesh menyangkal hal tersebut dan memberikan statement bahwa pelaku teror adalah organisasi lokal.

Sejak terjadinya serangan tersebut, pihak berwenang melakukan serangan balik secara brutal terhadap kelompok-kelompok militan yang dianggap sebagai pengganggu kestabilan negara.

Jaksa Golan Sarwar Khan, menyatakan mereka terbukti bersalah tanpa keraguan saat sidang. “Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman terberat pada mereka,” ujarnya saat diwawancarai wartawan lokal setempat.

Walaupun telah dijatuhi hukuman mati, pengacara para terdakwa mengatakan bahwa mereka masih bisa melakukan banding pada hasil keputusan pengadilan.

Di Bangladesh, semua hukuman mati akan dilakukan dengan proses hukuman gantung. Mereka yang merupakan anggota dari Jamaat-ul-Mujahideen (JMB) di Bangladesh merupakan organisasi terlarang. Dan bahkan menurut hakim dan kepolisian setempat, kelompok ini kerap kali mengganggu stabilitas negara dan membuat kekacauan, bahkan hingga mengganggu keselamatan publik.

Tampak para pelaku tidak merasa bersalah atas apa yang sudah mereka perbuat. Dengan lantang mereka berteriak “Allahu Akbar” saat dibawa keluar dari ruang sidar ke mobil tahanan.

Sang otak serangan, Nurul Islam Marzan tewas dalam baku tembak dengan pasukan anti teror pada bulan Januari 2017 lalu.

Kronologi Serangan Teror

Lima pria bersenjata api menyerang kafe Holey Artisan yang berada di Gulshan, Dhaka pada 1 Juli 2016 lalu. Dengan senjata jenis senapan serbu dan senjata tajam menyerupai parang, para pelaku langsung menembaki dan menyandra para pengunjung yang saat itu tengah berada di lokasi kejadian. Para korban yang merupakan orang banyak yang tewas di tembak atau di bacok oleh para pelaku.

Tentara komando anti teror langsung di panggil bersama pasukannya ke lokasi kejadian setelah 2 polisi tewas. Setelah 12 jam berusaha negosiasi dan meredakan aksi tetapi menemui jalan buntu, akhirnya pimpinan mengambil keputusan untuk menyerbu kedalam.

Akhirnya, hanya 13 sandera yang terselamatkan, dan lima orang pelaku teror mati di tembak di tempat. Tercatat tujuh warga jepang, sembilan warga Italia, seorang warga Amerika dan seorang warga India menjadi korban jiwa. Saat kejadian, keluarga dan para sahabat korban berkumpul diluar gedung menanti kabar dengan keadaan cemas.

Naim Asraf Chowdhury pimpinan pasukan anti teror yang merupakan Jendral Angkatan Darat Bangladesh menyatakan bahwa para korban meninggal di bacok dengan brutal dengan senjata tajam, dan ada yang di tembak berkali-kali.

“Ini merupakan perbuatan yang sangat-sangat mengerikan,” ujar Perdana Mentri Bangladesh Sheikh Hasina sewaktu konfrensi press. “Muslim apa mereka? Mereka bukanlah orang yang beragama.”

Kepolisian Membalas Membantai Para Terduga Teroris di Berbagai Tempat

Kejadian yang berujung pada kepanikan delegasi-delegasi asing di Bangladesh dijawab tegas oleh pihak kepolisiannya. Mereka membantai para orang-orang yang terduga teroris dan para pemasok senjata api. Tercatat 22 orang telah menjadi korban tembak mati ditempat oleh kepolisian.

Selain itu juga berbagai organisasi radikal dihabisi jaringannya, hal ini untuk memastikan negaranya tetap aman dan nyaman di mata Internasional. Para penduduk lokal setempat juga setuju dengan tindakan yang diambil pemerintah, karena itu tidak mencerminkan kedamaian yang mereka puja selama ini.

Sumber: BBC News

Leave A Reply

Your email address will not be published.